Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

How Can I Overcome My Habit Of Procrastinating When It Affects My Work And Home Life

I am a 56 year old woman struggling with a strong habit of procrastination that seriously affects both my professional performance and relationships at home. Despite knowing the tasks I need to complete and having enough time, I find myself delaying important work and domestic responsibilities. This has caused stress in my marriage and has made me fearful of deadlines at work. How can I break this cycle and improve my daily routine effectively?

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang wanita paruh baya yang memecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil seperti puzzle, dengan latar ruang kerja yang tenang dan dukungan dari pasangan, melambangkan perjalanan mengatasi penundaan.

Halo Sari, terima kasih telah berbagi perhatian Anda. Kebiasaan menunda yang Anda alami, terutama pada usia 56 tahun, adalah hal yang umum dan dapat dikelola dengan pendekatan yang tepat. Mari kita eksplorasi beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk memutus siklus ini. Pertama, penting untuk memahami pemicu di balik penundaan Anda. Apakah itu berasal dari rasa takut akan kegagalan, perfeksionisme, atau mungkin kelelahan? Mengidentifikasi akar penyebabnya adalah langkah pertama yang krusial. Anda bisa mulai dengan mencatat pola penundaan selama beberapa hari untuk melihat kapan dan mengapa hal itu terjadi.

Selanjutnya, coba ubah pendekatan Anda terhadap tugas. Alih-alih melihat suatu proyek besar sebagai satu kesatuan yang menakutkan, pecahlah menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dikelola. Misalnya, alih-alih "menyelesaikan laporan", mulailah dengan "menulis satu paragraf pendahuluan". Merayakan penyelesaian setiap bagian kecil ini dapat membangun momentum positif. Selain itu, tetapkan batas waktu mikro yang realistis, seperti bekerja selama 25 menit tanpa gangguan diikuti istirahat singkat, sebuah teknik yang dikenal sebagai Pomodoro.

Kaitkan tugas dengan nilai-nilai pribadi Anda yang lebih dalam. Tanyakan pada diri sendiri, bagaimana menyelesaikan tugas ini akan meningkatkan kualitas hubungan di rumah atau rasa pencapaian di pekerjaan? Menghubungkan tugas dengan nilai inti dapat memberikan motivasi internal yang lebih kuat daripada sekadar tekanan eksternal dari tenggat waktu. Untuk tanggung jawab domestik, komunikasikan dengan pasangan Anda. Membuat rencana bersama dan pembagian tugas yang jelas dapat mengurangi ketegangan dan menciptakan sistem saling mendukung.

Perhatikan juga pola pikir Anda. Gantilah self-talk negatif seperti "Saya pasti akan gagal" dengan pernyataan yang lebih konstruktif seperti "Saya akan mengambil langkah pertama sekarang". Mengelola self-talk negatif sangat penting untuk mengurangi kecemasan yang memicu penundaan. Bangunlah rutinitas pagi yang konsisten untuk menetapkan nada produktif sepanjang hari. Rutinitas ini bisa sesederhana merapikan tempat tidur, minum air putih, dan menyusun prioritas tugas harian yang paling penting.

Ingatlah bahwa perubahan membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan menghukum diri sendiri jika suatu hari tidak berjalan sesuai rencana. Evaluasi apa yang menghambat dan coba lagi keesokan harinya. Konsistensi dalam menerapkan strategi-strategi kecil ini, dibandingkan perubahan drastis, akan lebih efektif dalam jangka panjang. Jika perasaan ini sangat mengganggu, pertimbangkan untuk mencari bimbingan psikolog profesional secara langsung untuk eksplorasi dan dukungan yang lebih mendalam dan personal.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram