Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Terjebak dalam Kebiasaan Buruk yang Tak Terkendali

Halo, saya Maya, 31 tahun. Sudah beberapa bulan ini saya merasa sangat sulit mengendalikan kebiasaan saya. Setiap malam, hampir tanpa sadar, saya membuka media sosial dan menggulirnya berjam-jam, padahal besok harus kerja. Saya sudah coba matikan notifikasi, hapus aplikasi, tapi selalu terinstal lagi. Rasanya seperti ada dorongan kuat yang mustahil dilawan. Ini mulai ganggu tidur, produktivitas, dan saya jadi mudah marah. Saya juga merasa bersalah dan malu pada diri sendiri. Apakah ini sudah termasuk kecanduan? Bagaimana cara memulai untuk benar-benar lepas dari lingkaran ini?

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang wanita yang merasa terjebak dalam pusaran layar ponsel di malam hari, berusaha meraih buku dan ketenangan di luar lingkaran digital.

Halo Maya, perasaan sulit mengendalikan kebiasaan membuka media sosial hingga berjam-jam dan terus-menerus terulang walaupun sudah berusaha mengurangi adalah hal yang cukup umum dialami oleh banyak orang pada era digital sekarang ini. Perasaan seperti ada dorongan kuat yang sulit dilawan bisa diartikan sebagai tanda adanya hubungan yang cukup intens dengan kebiasaan tersebut, yang dalam beberapa kasus bisa mendekati pola kecanduan, meskipun istilah 'kecanduan' tidak selalu digunakan secara klinis. Yang penting untuk diketahui, kebiasaan ini sudah mulai mengganggu kualitas tidur, produktivitas, serta emosi Anda seperti mudah marah dan muncul rasa bersalah, yang mengindikasikan bahwa kebiasaan tersebut mulai memengaruhi kesejahteraan Anda secara signifikan.

Untuk mulai keluar dari lingkaran kebiasaan yang tak terkendali, pertama-tama Anda perlu mengenali pemicu-pemicu yang membuat Anda membuka media sosial, misalnya rasa bosan, stres, atau kebiasaan sebagai pengisi waktu sebelum tidur. Anda bisa mencoba mengganti aktivitas di waktu tersebut dengan sesuatu yang lebih menenangkan dan produktif seperti membaca buku, mendengarkan musik yang menenangkan, atau latihan pernapasan agar membantu mengurangi stres. Selain itu, membangun rutinitas tidur yang konsisten tanpa perangkat elektronik 30 menit hingga 1 jam sebelum tidur bisa memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi daya tarik media sosial di waktu malam hari.

Anda juga bisa memanfaatkan teknik pengaturan waktu, misalnya dengan menentukan batasan waktu yang ketat untuk membuka media sosial menggunakan fitur bawaan ponsel atau aplikasi pengatur waktu. Namun sekaligus Anda perlu bersikap lembut pada diri sendiri agar tidak terlalu keras bila kadang kembali tergoda. Jika perlu, mencatat waktu dan perasaan saat Anda membuka media sosial dapat membantu menemukan pola dan menguatkan motivasi untuk perubahan.

Jika rasa sulit mengendalikan ini terus berlanjut dan mengganggu kehidupan sehari-hari secara signifikan, Anda bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog yang bisa membantu menemukan akar masalah, menawarkan strategi coping yang lebih personal dan mendukung Anda dalam proses perubahan. Ingat bahwa proses mengubah kebiasaan memang tidak instan dan butuh kesabaran, komitmen, serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Kesimpulannya, walaupun kebiasaan ini bisa dimaknai mendekati kecanduan, langkah awal untuk mulai lepas adalah dengan mengenali pemicu, mengganti aktivitas, membangun rutinitas sehat, mengatur waktu secara sadar, dan bila perlu mencari bantuan profesional untuk dukungan yang tepat. Semoga perjalanan Anda menuju perubahan lebih sehat dapat berjalan lancar dan membawa kesejahteraan lebih baik.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram