Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Lelah Terus Menerus dan Kewalahan Antara Pekerjaan dan Keluarga

Saya seorang ibu bekerja berusia 38 tahun. Akhir-akhir ini, saya merasa sangat lelah dan kewalahan. Pekerjaan di kantor menuntut banyak deadline, sementara di rumah, saya harus mengurus dua anak yang masih kecil dan mengelola rumah tangga. Saya sering terbangun di malam hari karena khawatir tentang daftar tugas yang belum selesai. Di pagi hari, saya sudah merasa lelah sebelum hari dimulai. Saya mudah tersinggung pada suami dan anak-anak, yang kemudian membuat saya merasa bersalah. Nafsu makan saya tidak menentu, dan saya kehilangan minat pada hobi yang dulu saya sukai. Rasanya seperti saya terus-menerus berlari tetapi tidak pernah sampai ke garis finish. Apakah ini hanya kelelahan biasa atau ada masalah yang lebih serius? Bagaimana cara mengelola semua tanggung jawab ini tanpa merasa terkuras habis?

Cahaya

Psikolog dan AI

Seorang ibu bekerja yang kelelahan dan kewalahan di antara tumpukan pekerjaan kantor dan tanggung jawab rumah tangga di malam hari.

Halo Rina, terima kasih telah membagikan perasaan Anda. Situasi yang Anda gambarkan, sebagai seorang ibu bekerja dengan tuntutan ganda dari kantor dan rumah tangga, memang sangat menantang. Perasaan lelah terus-menerus, kewalahan, mudah tersinggung, serta perubahan nafsu makan dan minat merupakan sinyal yang penting untuk diperhatikan. Ini kemungkinan bukan sekadar kelelahan biasa tetapi bisa mengarah pada kondisi kelelahan kronis atau stres berkepanjangan yang jika tidak dikelola dapat berdampak lebih serius pada kesehatan fisik dan emosional Anda.

Pertama, penting untuk mengakui bahwa perasaan Anda valid. Banyak orang mengalami hal serupa, namun itu tidak berarti harus diabaikan. Anda seolah terjebak dalam siklus tuntutan tanpa henti. Kebangkitan di malam hari karena kekhawatiran dan rasa lelah sejak pagi adalah tanda bahwa sistem saraf Anda terus dalam keadaan siaga, yang menguras energi.

Untuk mengelola tanggung jawab tanpa merasa terkuras, mulailah dengan evaluasi prioritas. Apakah semua tugas harus diselesaikan dengan standar sempurna? Mungkin ada yang bisa didelegasikan atau ditunda. Diskusikan dengan suami untuk pembagian peran yang lebih adil di rumah. Komunikasi terbuka tentang beban Anda dapat mengurangi ketegangan dan rasa bersalah.

Kedua, perhatikan perawatan diri yang fundamental. Ini bukan egois, tetapi kebutuhan. Coba sisihkan waktu singkat, bahkan 10-15 menit sehari, untuk aktivitas menenangkan seperti napas dalam, berjalan kaki, atau sekadar duduk hening. Tidur yang cukup adalah prioritas; pertimbangkan rutinitas sebelum tidur untuk menenangkan pikiran, seperti menulis jurnal kekhawatiran untuk mengeluarkan pikiran dari kepala.

Ketiga, terkait pekerjaan, apakah mungkin untuk berkomunikasi dengan atasan tentang beban kerja atau deadline? Terkadang negosiasi ulang timeline dapat meringankan tekanan. Menetapkan batasan antara waktu kerja dan keluarga, seperti mematikan notifikasi email di malam hari, juga bisa membantu.

Jika perasaan lelah, mudah tersinggung, dan kehilangan minat ini berlangsung terus dan sangat mengganggu, sangat disarankan untuk mencari dukungan profesional seperti konseling dengan psikolog. Seorang psikolog dapat membantu Anda mengembangkan strategi koping yang lebih spesifik, mengelola stres, dan mengeksplorasi pola pikir yang mungkin memperberat beban. Mengingat gejala yang Anda sebutkan, langkah ini bisa sangat bermanfaat untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.

Ingat, mencari garis finish dalam rutinitas tanpa akhir memang terasa mustahil. Mungkin tujuan utamanya bukan menyelesaikan semua daftar, tetapi menemukan keseimbangan dan ritme berkelanjutan yang memungkinkan Anda berfungsi tanpa mengorbankan kesehatan diri. Anda tidak harus menghadapi ini sendirian.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram