Psikolog dan AI
Halo Luna, dari cerita yang kamu bagikan, suasana di rumah yang kamu alami memang menggambarkan hubungan keluarga yang tidak sehat. Ketegangan yang berlangsung lama, perilaku ayah yang sering marah tanpa alasan jelas dan melempar barang, serta sikap ibu yang menyalahkan tanpa mencoba mencari solusi, merupakan tanda-tanda lingkungan keluarga yang bersifat abusive baik secara emosional maupun psikologis. Perasaan cemas yang kamu alami, seperti jantung berdebar-debar, sulit berkonsentrasi, hingga merasa tidak berharga, adalah reaksi alami ketika seseorang menghadapi situasi traumatis sehari-hari di rumah. Ini tidaklah normal untuk dipendam sendiri dan memang penting untuk disadari bahwa kamu tidak bertanggung jawab terhadap kemarahan atau ketegangan dalam keluarga tersebut.
Kamu perlu mulai mencari cara untuk melindungi kesehatan mentalmu. Pertama, sangat penting untuk mencoba membangun batasan emosional agar kamu tidak terlalu terserap dalam suasana negatif di rumah. Misalnya, ketika ayah mulai marah, kamu bisa mencoba menarik diri secara fisik atau memanfaatkan saat itu untuk kegiatan yang menenangkan. Mencari ruang aman di rumah sendiri atau di luar rumah juga bisa membantu agar kamu punya waktu untuk mengatur perasaan. Jika kamu merasa cemas berlebihan, belajar teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam atau meditasi singkat bisa meringankan gejala.
Selain itu, penting kamu mencari dukungan dari orang yang kamu percaya, seperti teman dekat, guru, atau pihak profesional di kampus yang menyediakan layanan konseling. Mendapatkan bantuan seorang psikolog akan membantu kamu mengelola kecemasan, membangun rasa percaya diri yang hilang, dan memperbaiki hubungan dengan orang terdekat, termasuk pacarmu. Dukungan eksternal juga bisa memberikan perspektif baru dan strategi coping yang efektif.
Kamu mungkin juga perlu memahami bahwa pola ketakutan dan kecurigaan pada pacar adalah dampak dari pengalaman rumah, dan dengan waktu serta bantuan yang tepat, kamu bisa belajar membedakan hubungan sehat dan yang toxic. Jika merasa kondisimu sudah sangat mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional secara langsung, sebab mengatasi trauma dan kecemasan ini memerlukan perhatian khusus.
Secara keseluruhan, kondisi rumah yang kamu ceritakan memang menunjukkan situasi keluarga yang abusive dan toxic, dan kamu berhak untuk merasa aman dan dihargai. Prioritaskan kesehatan mentalmu dengan mengembangkan strategi perlindungan diri, mencari dukungan, dan bila memungkinkan mempersiapkan rencana untuk masa depan yang lebih sehat, mungkin termasuk menciptakan jarak fisik dari lingkungan tersebut saat waktunya memungkinkan.