Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Dijatuhkan Atasan, Kepercayaan Diri Hancur dan Terjebak dalam Pekerjaan

Saya Maya, 27 tahun. Sudah 3 tahun saya bekerja di perusahaan konsultan yang cukup bergengsi. Awalnya semuanya berjalan baik, saya merasa berkembang dan dihargai. Namun, sejak setahun terakhir, setelah pergantian atasan langsung, situasi berubah total. Atasan baru saya sepertinya selalu mencari kesalahan dalam pekerjaan saya, memberikan tugas yang ambigu tanpa arahan jelas, lalu menyalahkan saya ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasinya yang tidak pernah diungkapkan. Di depan tim, ia sering merendahkan ide-ide saya dengan nada sinis. Saya mulai merasa sangat kecil, tidak percaya diri, dan selalu cemas setiap hari kerja. Tidur saya jadi terganggu, pikiran tentang pekerjaan terus menghantui bahkan di akhir pekan. Saya mencoba berbicara baik-baik, tapi ia membelokkan pembicaraan dan menyalahkan saya karena 'terlalu sensitif' atau 'tidak bisa menerima masukan'. Ini membuat saya ragu pada penilaian dan kemampuan saya sendiri. Apakah ini bentuk mobbing di tempat kerja? Bagaimana cara membangun kembali kepercayaan diri yang hancur ini dan menentukan langkah karier selanjutnya? Saya merasa terjebak karena gaji dan jenjang di sini sebenarnya baik, tapi kesehatan mental saya terus menurun.

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang wanita muda di kantor yang merasa tertekan dan kecil di bawah bayang-bayang atasan yang kritis, namun ada cahaya harapan dan ruang untuk refleksi diri.

Maya, dari cerita Anda, situasi yang Anda alami sangat mungkin merupakan bentuk mobbing di tempat kerja, terutama ketika atasan melakukan tindakan seperti mencari kesalahan, memberi tugas tanpa arahan jelas, menyalahkan, dan merendahkan Anda di depan tim. Mobbing bisa mengikis rasa percaya diri dan berdampak serius pada kesehatan mental, seperti yang Anda rasakan sekarang. Dalam menghadapi ini, pertama-tama penting untuk mengenali bahwa kondisi Anda bukan karena kelemahan diri, melainkan respons wajar terhadap perlakuan yang tidak adil dan toksik. Membangun kembali kepercayaan diri bisa dimulai dengan mengingat kembali prestasi dan keterampilan yang Anda miliki serta mencari dukungan dari teman kerja yang dipercaya atau mentor yang bisa memberikan umpan balik objektif dan positif. Anda juga bisa mencoba menulis jurnal harian untuk memisahkan fakta dari perasaan yang mungkin membesar karena tekanan, serta melatih afirmasi diri yang menegaskan kemampuan Anda.

Langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan cara menghadapi situasi kerja. Jika berbicara langsung ke atasan sulit dan tidak membuahkan hasil, Anda mungkin bisa mencari bantuan dari HRD atau pihak yang bertanggung jawab atas hubungan karyawan, agar kasus Anda bisa didengar tanpa Anda merasa terancam. Namun, jika upaya internal tidak membawa perubahan dan kesehatan mental Anda terus memburuk, penting untuk mulai melihat opsi karier selanjutnya secara perlahan dan terencana. Mempertahankan pekerjaan demi gaji dan jenjang memang penting, tapi kesehatan mental adalah fondasi utama agar Anda bisa berprestasi dan bahagia dalam jangka panjang. Anda bisa mulai membuka peluang baru dengan upgrade keterampilan, memperluas jaringan profesional, atau mencari posisi yang lebih sesuai dengan nilai dan kebutuhan Anda.

Ingatlah bahwa Anda berhak mendapatkan lingkungan kerja yang suportif dan sehat. Jangan merasa bersalah jika keputusan untuk pindah atau mengambil jeda demi kesehatan mental menjadi pilihan terbaik. Fokuslah untuk menjaga diri sejak sekarang, dan jangan ragu mencari dukungan profesional dari psikolog untuk membantu Anda mengolah kecemasan, meredakan stres, dan membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap. Anda tidak sendirian dalam situasi ini, dan langkah kecil yang konsisten akan membantu Anda menemukan keseimbangan dan potensi terbaik dalam karier dan kehidupan.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram