Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Terjebak: Kecemasan, Ketakutan, dan Identitas yang Terikat pada Pekerjaan di Usia 46 Tahun

Saya seorang perempuan berusia 46 tahun. Selama beberapa bulan terakhir, saya merasa sangat cemas dan takut, terutama terkait pekerjaan. Saya adalah seorang manajer proyek, dan beban kerja yang terus meningkat membuat saya sulit tidur. Saya sering terbangun di malam hari dengan jantung berdebar-debar, memikirkan tenggat waktu dan kemungkinan kegagalan. Ketakutan ini mulai memengaruhi kehidupan pribadi saya; saya menjadi mudah tersinggung dan menarik diri dari keluarga. Saya juga memperhatikan bahwa saya semakin bergantung pada pekerjaan untuk merasa berharga, seolah-olah tanpa prestasi kerja, identitas saya hilang. Warna-warna di kantor, terutama lampu neon putih yang terang, semakin membuat saya merasa tegang dan tidak nyaman. Apa yang sebenarnya terjadi pada saya? Apakah ini sekadar stres kerja biasa atau sesuatu yang lebih dalam, seperti kelelahan emosional atau workaholism? Bagaimana cara memisahkan kecemasan yang wajar dari yang sudah mengganggu?

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang wanita di kantor yang tertekan oleh pekerjaan, dengan cahaya lembut sebagai simbol harapan untuk keseimbangan hidup.

Maya, yang Anda alami merupakan penggabungan antara stres kerja yang berat dan kemungkinan kelelahan emosional yang bisa mengarah ke kondisi yang dikenal sebagai burnout. Kondisi ini umumnya muncul ketika tuntutan pekerjaan terus meningkat tanpa ada jeda yang cukup untuk istirahat dan pemulihan, sehingga memengaruhi kesejahteraan fisik dan mental Anda. Perasaan cemas yang intens dan gangguan tidur yang Anda alami adalah sinyal tubuh dan pikiran bahwa Anda sedang menghadapi tekanan yang signifikan. Ketergantungan pada pekerjaan sebagai sumber utama identitas dan harga diri juga merupakan hal yang wajar pada masa-masa sulit, namun bila hal ini sampai menimbulkan ketegangan dalam hubungan pribadi dan kesehatan mental, ini sudah menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan lebih dalam.

Penting untuk mencoba melakukan refleksi diri agar dapat membedakan antara kecemasan yang wajar sebagai respons terhadap tugas dan tanggung jawab yang menantang, dengan kecemasan yang sudah mengganggu kualitas hidup Anda. Bila Anda merasa cemas tersebut menghambat tidur, memengaruhi suasana hati, dan hubungan sosial, maka ini bukanlah sekadar stres biasa. Anda perlu memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, misalnya dengan mencoba teknik relaksasi, pengaturan waktu kerja yang lebih baik, dan mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog guna mendapat bantuan dalam mengelola stres dan menemukan cara sehat membangun kembali identitas yang tidak hanya terikat pada prestasi kerja.

Selain itu, lingkungan kerja yang kurang nyaman seperti lampu neon yang terang dapat memperparah ketegangan. Anda bisa mencoba mengatur pencahayaan atau menciptakan zona nyaman di tempat kerja untuk mengurangi ketegangan fisik dan mental. Perlahan-lahan, cobalah juga mengisi waktu di luar pekerjaan dengan kegiatan yang memberi kepuasan dan rasa berharga yang berbeda, sehingga identitas Anda menjadi lebih beragam dan tidak hanya tergantung pada pekerjaan.

Secara keseluruhan, apa yang Anda rasakan adalah panggilan untuk memperhatikan kebutuhan diri sendiri secara lebih mendalam dan melakukan perubahan pola hidup yang mendukung kesehatan mental dan keseimbangan hidup. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional yang dapat membantu Anda menyusun strategi pengelolaan kecemasan dan membangun keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram