Psikolog dan AI
Pertama-tama, Maya, perasaan yang Anda alami sangatlah normal dan dialami oleh banyak ibu muda yang juga menjalankan peran sebagai wanita karir. Merasa kewalahan, bersalah, dan khawatir tentang keseimbangan hidup adalah respons yang wajar terhadap tuntutan ganda yang sangat besar. Anda tidak gagal; Anda sedang berjuang dalam situasi yang menantang, dan kesadaran Anda akan hal ini adalah langkah pertama yang penting.
Untuk mengelola perasaan kewalahan, mulailah dengan menerima perasaan tanpa menghakimi diri. Perasaan bersalah sering muncul dari standar tinggi yang kita tetapkan untuk diri sendiri. Coba identifikasi sumber stres spesifik, seperti jadwal pekerjaan freelance yang bentrok dengan waktu anak, atau kurangnya waktu berkualitas dengan suami. Komunikasi terbuka dengan suami adalah kunci penting. Cari momen tenang, mungkin setelah anak tidur, untuk berbicara jujur tentang perasaan Anda, beban yang Anda rasakan, dan cari solusi bersama. Bicarakan tentang pembagian tugas rumah tangga yang lebih adil, atau pertimbangkan untuk mencari bantuan eksternal, seperti pengasuh anak paruh waktu atau layanan kebersihan rumah, jika memungkinkan secara finansial.
Dalam mengatur waktu, coba terapkan batasan yang jelas antara waktu kerja dan waktu keluarga. Sebagai desainer grafis freelance, tentukan jam kerja khusus yang disepakati dengan keluarga. Saat bekerja, fokuslah sepenuhnya. Saat bersama anak, usahakan untuk menghadirkan perhatian penuh (mindful presence), meski hanya 15-30 menit bermain tanpa gangguan gawai, agar anak merasa diperhatikan dan mengurangi tantrum. Untuk pekerjaan, prioritaskan tugas dan belajar untuk mendelegasikan atau menolak proyek jika beban sudah terlalu berat.
Jangan lupa untuk merawat diri sendiri (self-care). Ini bukan egois, tetapi kebutuhan agar Anda memiliki energi untuk keluarga dan pekerjaan. Cari aktivitas kecil yang memulihkan, seperti olahraga ringan, membaca, atau sekadar minum teh dalam kesendirian. Membangun jaringan dukungan juga crucial, baik itu keluarga, teman sesama ibu, atau kelompok daring, untuk berbagi cerita dan mendapatkan perspektif baru.
Mengenai perasaan gagal, ingatlah bahwa menjadi ibu, istri, dan profesional yang sempurna sekaligus adalah harapan yang tidak realistis. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas, dalam setiap peran. Rayakan pencapaian kecil, baik di rumah maupun pekerjaan. Jika perasaan kewalahan terus berlanjut dan sangat mengganggu, pertimbangkan untuk mencari bantuan psikolog untuk konseling individu atau pasangan, guna mendapatkan panduan yang lebih terstruktur. Yang terpenting, beri diri Anda ruang untuk bernapas dan belajar. Proses menemukan keseimbangan adalah perjalanan, bukan tujuan akhir yang sempurna.