Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Kewalahan Sebagai Ibu Muda dan Wanita Karir, Bagaimana Menemukan Keseimbangan?

Saya seorang ibu muda berusia 26 tahun dengan satu anak perempuan berusia 3 tahun. Suami saya sering bekerja lembur, dan saya merasa sangat kewalahan mengurus rumah tangga, anak, serta pekerjaan freelance saya sebagai desainer grafis. Anak saya sering tantrum ketika ditinggal, dan saya merasa bersalah setiap kali harus menyelesaikan pekerjaan. Hubungan dengan suami juga mulai renggang karena kami jarang berkomunikasi dengan baik. Saya merasa gagal menjadi ibu dan istri yang baik. Bagaimana cara mengelola perasaan kewalahan ini dan menemukan keseimbangan antara peran sebagai ibu, istri, dan wanita karir? Apakah normal merasa seperti ini?

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang ibu muda yang kewalahan mengurus pekerjaan, anak, dan rumah tangga, dengan elemen cahaya lembut yang melambangkan dukungan dan harapan.

Pertama-tama, Maya, perasaan yang Anda alami sangatlah normal dan dialami oleh banyak ibu muda yang juga menjalankan peran sebagai wanita karir. Merasa kewalahan, bersalah, dan khawatir tentang keseimbangan hidup adalah respons yang wajar terhadap tuntutan ganda yang sangat besar. Anda tidak gagal; Anda sedang berjuang dalam situasi yang menantang, dan kesadaran Anda akan hal ini adalah langkah pertama yang penting.

Untuk mengelola perasaan kewalahan, mulailah dengan menerima perasaan tanpa menghakimi diri. Perasaan bersalah sering muncul dari standar tinggi yang kita tetapkan untuk diri sendiri. Coba identifikasi sumber stres spesifik, seperti jadwal pekerjaan freelance yang bentrok dengan waktu anak, atau kurangnya waktu berkualitas dengan suami. Komunikasi terbuka dengan suami adalah kunci penting. Cari momen tenang, mungkin setelah anak tidur, untuk berbicara jujur tentang perasaan Anda, beban yang Anda rasakan, dan cari solusi bersama. Bicarakan tentang pembagian tugas rumah tangga yang lebih adil, atau pertimbangkan untuk mencari bantuan eksternal, seperti pengasuh anak paruh waktu atau layanan kebersihan rumah, jika memungkinkan secara finansial.

Dalam mengatur waktu, coba terapkan batasan yang jelas antara waktu kerja dan waktu keluarga. Sebagai desainer grafis freelance, tentukan jam kerja khusus yang disepakati dengan keluarga. Saat bekerja, fokuslah sepenuhnya. Saat bersama anak, usahakan untuk menghadirkan perhatian penuh (mindful presence), meski hanya 15-30 menit bermain tanpa gangguan gawai, agar anak merasa diperhatikan dan mengurangi tantrum. Untuk pekerjaan, prioritaskan tugas dan belajar untuk mendelegasikan atau menolak proyek jika beban sudah terlalu berat.

Jangan lupa untuk merawat diri sendiri (self-care). Ini bukan egois, tetapi kebutuhan agar Anda memiliki energi untuk keluarga dan pekerjaan. Cari aktivitas kecil yang memulihkan, seperti olahraga ringan, membaca, atau sekadar minum teh dalam kesendirian. Membangun jaringan dukungan juga crucial, baik itu keluarga, teman sesama ibu, atau kelompok daring, untuk berbagi cerita dan mendapatkan perspektif baru.

Mengenai perasaan gagal, ingatlah bahwa menjadi ibu, istri, dan profesional yang sempurna sekaligus adalah harapan yang tidak realistis. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas, dalam setiap peran. Rayakan pencapaian kecil, baik di rumah maupun pekerjaan. Jika perasaan kewalahan terus berlanjut dan sangat mengganggu, pertimbangkan untuk mencari bantuan psikolog untuk konseling individu atau pasangan, guna mendapatkan panduan yang lebih terstruktur. Yang terpenting, beri diri Anda ruang untuk bernapas dan belajar. Proses menemukan keseimbangan adalah perjalanan, bukan tujuan akhir yang sempurna.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram