Psikolog Cahaya

🧠 Manusia + Kecerdasan Buatan = Solusi Terbaik

Merasa Terasing Dalam Pernikahan Sendiri, Bagaimana Membangun Kembali Komunikasi dengan Pasangan?

Saya seorang ibu berusia 34 tahun dengan dua anak (5 dan 8 tahun). Selama 6 bulan terakhir, saya merasa hubungan dengan suami semakin renggang. Kami jarang berkomunikasi dengan baik, lebih sering membahas hal-hal praktis seperti jadwal anak atau tagihan. Saya merasa sangat kesepian dalam rumah tangga ini, meskipun secara fisik kami tinggal bersama. Anak-anak juga mulai menunjukkan perubahan perilaku, yang menurut saya terkait dengan ketegangan di rumah. Yang ingin saya tanyakan: Bagaimana cara membangun kembali keintiman dan komunikasi yang sehat dengan pasangan setelah bertahun-tahun menikah dan fokus pada pengasuhan anak? Apakah pola komunikasi kami yang buruk ini akan berdampak jangka panjang pada perkembangan emosional anak-anak? Saya sudah mencoba mengajak suami bicara, tetapi percakapan selalu berakhir dengan diam atau perubahan topik. Saya merasa terjebak dan tidak tahu harus mulai dari mana.

Cahaya

Psikolog dan AI

Ilustrasi seorang ibu yang merasa kesepian dalam rumah tangga, dengan suami yang terlihat jauh dan anak-anak yang menunjukkan ketegangan, namun ada cahaya harapan untuk membangun kembali keintiman.

Rina, merasa terasing dalam pernikahan sendiri apalagi saat sudah memiliki anak dan fokus pada pengasuhan adalah pengalaman yang cukup umum. Pertama, penting untuk memahami bahwa komunikasi yang terputus sering kali berdampak pada keintiman emosional dan hubungan secara keseluruhan. Ketika percakapan Anda berdua selalu berakhir dengan diam atau pengalihan topik, ini bisa menjadi tanda bahwa ada kekhawatiran atau ketegangan yang belum terselesaikan. Anda dapat memulai dengan menciptakan waktu khusus yang bebas dari gangguan anak-anak dan rutinitas rumah tangga, seperti mengajak suami ngobrol tanpa tujuan khusus kecuali saling mendengarkan. Dalam percakapan tersebut, gunakan ungkapan dengan sudut pandang pribadi seperti "Aku merasa..." untuk menghindari kesan menyalahkan, sehingga ia mungkin merasa lebih nyaman membuka diri.

Membangun kembali keintiman dan komunikasi yang sehat juga bisa dimulai dengan kegiatan ringan bersama yang menyenangkan, seperti berjalan-jalan, menonton film, atau sekadar duduk santai bersama. Upaya kecil ini dapat memperbaiki koneksi emosional dan membantu membuka jalur komunikasi yang selama ini terhambat. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan cara komunikasi non-verbal, misalnya dengan saling memberikan perhatian kecil dan sentuhan yang hangat, yang juga berkontribusi pada perasaan dekat secara emosional.

Mengenai dampak jangka panjang pola komunikasi yang buruk pada anak-anak, memang benar bahwa ketegangan di rumah bisa mempengaruhi perkembangan emosional anak, terutama jika mereka mulai menunjukkan perubahan perilaku. Anak-anak seringkali menangkap energi negatif dan ketegangan, meskipun mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya secara verbal. Oleh karena itu, usaha memperbaiki komunikasi dengan pasangan secara tidak langsung juga membantu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat dan aman untuk anak-anak.

Jika Anda sudah mencoba berbicara tetapi tidak berhasil, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari pihak ketiga yang netral seperti konselor pernikahan atau psikolog keluarga. Mereka dapat memfasilitasi komunikasi yang efektif dan membantu menemukan akar masalah yang mungkin sulit untuk diatasi sendiri. Ingatlah juga untuk merawat diri Anda sendiri dengan baik, agar Anda tetap kuat secara emosional dalam menghadapi tantangan ini.

Tidak menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda?
Mengobrol dengan Cahaya secara anonim dan gratis untuk percakapan pertama
💬 Ajukan Pertanyaan di Telegram